Coding dan Kecerdasan ArtifisialSemester 1Pertemuan 2 · 1 Pertemuan × 4 JP (1 JP = 45 menit)
Dekomposisi
Mendalami pilar pertama Computational Thinking: memecah masalah besar menjadi masalah-masalah kecil yang lebih mudah dikelola.
#dekomposisi#computational thinking#pemecahan masalah#pohon dekomposisi
MODUL AJAR
Dekomposisi
Penyusun: Guru Coding dan Kecerdasan Artifisial
Jenjang: SMK
Sekolah: SMK Bina Rahayu
Kelas / Semester: X TJKT / Ganjil
Tahun Pelajaran: 2025/2026
Fase: E
Alokasi Waktu: 1 Pertemuan × 4 JP (1 JP = 45 menit)
| Komponen | Deskripsi |
|---|---|
| 1. Identitas Modul | |
| Nama Penyusun | Muhamad Hasim As'ari, S.Pd |
| Institusi | SMK Bina Rahayu |
| Mata Pelajaran | Coding dan Kecerdasan Artifisial |
| Kelas / Semester | X TJKT / Ganjil |
| Fase | E |
| Elemen / Topik | Computational Thinking — Dekomposisi |
| Alokasi Waktu | 1 Pertemuan × 4 JP (180 menit) |
| Tahun Pelajaran | 2025/2026 |
| 2. Kompetensi Awal | |
| a. Peserta didik telah memahami pengertian Computational Thinking dan 4 pilar utama (Dekomposisi, Pola, Abstraksi, Algoritma) dari pertemuan sebelumnya. | |
| b. Peserta didik mampu menyebutkan minimal 2 contoh penerapan CT dalam kehidupan sehari-hari. | |
| c. Peserta didik memiliki kemampuan dasar berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok. | |
| d. Peserta didik mampu menyusun langkah-langkah sederhana (algoritma) untuk aktivitas sehari-hari. | |
| 3. Profil Pelajar Pancasila | |
| a. Bernalar Kritis — Menganalisis masalah kompleks, memecahnya menjadi bagian-bagian kecil, dan mengevaluasi urutan penyelesaian. | |
| b. Mandiri — Secara mandiri mengidentifikasi komponen-komponen dalam sebuah masalah sehari-hari. | |
| c. Kreatif — Menemukan berbagai cara memecah masalah dan membuat pohon dekomposisi yang orisinal. | |
| d. Gotong Royong — Bekerja sama dalam kegiatan jigsaw, saling mengajarkan jenis dekomposisi antar kelompok. | |
| 4. Sarana dan Prasarana | |
| a. Ruang kelas dengan meja dan kursi yang dapat diatur untuk diskusi kelompok. | |
| b. Proyektor/LCD dan layar tayang. | |
| c. Papan tulis / whiteboard dan spidol warna. | |
| d. Laptop/komputer guru. | |
| e. Kertas HVS, kertas karton/folio, spidol warna, sticky notes ( minimal 3 warna per kelompok), selotip/double tape. | |
| f. Kartu "Banting Meja" (siap cetak dari lampiran) — 1 set per siswa (1 kartu HIJAU + 1 kartu MERAH). | |
| g. Kartu Skenario Detektif (siap cetak dari lampiran). | |
| h. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) — siap cetak dari lampiran. | |
| i. Bahan bacaan peserta didik — siap cetak dari lampiran. | |
| j. Poster/kertas karton besar (A2/A3) dan spidol warna untuk pohon dekomposisi. | |
| 5. Target Peserta Didik | |
| a. Peserta didik reguler — seluruh siswa kelas X TJKT. | |
| b. Peserta didik dengan pencapaian tinggi — diberikan pengayaan berupa studi kasus dekomposisi masalah teknologi (debugging kode, merancang aplikasi) dan membuat pohon dekomposisi hierarkis 4 tingkat. | |
| c. Peserta didik dengan kesulitan belajar — diberikan pendampingan, penyederhanaan materi dengan lebih banyak gambar/visual, LKPD terstruktur dengan contoh jawaban, dan bantuan teman sebaya. | |
| 6. Model Pembelajaran | |
| a. Pendekatan: Saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, mengomunikasikan), berpusat pada peserta didik (student-centered). | |
| b. Model: Problem Based Learning (PBL), Jigsaw Learning, Cooperative Learning. | |
| c. Metode: Diskusi kelompok, permainan "Banting Meja" (table slap), studi kasus, Jigsaw (setiap kelompok jadi ahli 1 jenis dekomposisi lalu mengajar kelompok lain), Gallery Walk, kuis interaktif, pembuatan pohon dekomposisi visual. |
Daftar Isi